Akhirnya cita cita Wana Wana untuk menjual hasil panenan akuaponik perlahan mulai tercapai. Sejak panenan selada yang mulai stabil, ikan yang siap panen sewaktu waktu, akhirnya memberanikan diri menawarkan produk olahan kita.
![]() |
| Wana Wana Burger Akuaponik |
Keraguan itu pasti ada, bahwa burger Wana Wana akan bisa diterima dan dinikmati, tapi tanpa kita mencoba dan memulai kita tak akan pernah tahu. Burger kita buat spesial, dari ikan dan sayuran budidaya akuaponik, agar berbeda dari burger yang sudah ada, mungkin bisa menjadi pelengkap atau alternatif pilihan.
Kita hanya memproduksi terbatas, karena keterbatasan kita dalam budidaya sistem akuaponik, yang hanya memanfaatkan pekarangan rumah. Tapi, dengan managemen yang baik seperti mengatur pola panen ikan dan sayuran, kita berharap stock akan tersedia walau tidak banyak.
Kebetulan istri juga pernah sekolah di jurusan boga, sehingga roti burger bisa diproduksi sendiri, demikian juga olahan ikannya, dapat kita kreasikan sendiri. Kita tetap melakukan percobaan, demikian juga untuk patty-nya, sehingga burger yang dihasilkan, kita harapkan tidak mengecewakan.
![]() |
| Roti kita olah sendiri |
![]() |
| Kami bersyukur bisa menghasilkan selada yang bagus. |
Kita bersyurkur, akhirnya akuaponik yang kita bangun sejak 2012 dengan berbagai percobaan yang kita lakukan, akhirnya sampai pada hasil yang bisa kita olah dan kita jual. Tapi tetap, bahwa sayuran dan ikan untuk konsumsi keluarga tetap menjadi prioritas, karena bagaimanapun itu jauh lebih berharga. Meski dalam keterbatasan, kita berharap bisa menjual hasil olahan kita, dengan kualitas yang selalu kita jaga.
Burger yang kita hasilkan kita beri nama 'Wana Wana Burger Akuaponik', karena memang burger yang dihasilkan adalah hasil dari ikan dan sayuran hasil budidaya akuaponik. Mungkin, ini adalah burger ikan akuaponik yang pertama di Indonesia atau bahkan dunia he.. Semoga burger Wana Wana dapat dinikmati oleh banyak orang, amin.
Salam akuaponik keluarga
Wana Wana




salam kenal mas Nanang.. saya Edy dari Mojokerto dan sedang melakukan riset untuk membuat akuaponik sendiri.
ReplyDeletesaya punya rasa penasaran akan pakan ikannya mas Nanang, apakah dengan pakan duckweed dan azolla saja sudah cukup? atau ada pakan tambahan lain mas? karena saya memang niatnya ingin memberi pakan yang organik.
terima kasih
Salam kenal juga mas Edy.
DeleteUntuk pakan hanya azola atau ducweed saja tentu kurang, itu hanya pakan tambahan saja selain tambahan lain seperti sayuran, dedaunan lain, cacing dan mungkin maggot. Saya tetep kasih pelet tapi hanya sekali di pagihari saja, sore seringnya saya kasih pakan tambahan. Kalo mau ngembangkan mungkin bisa budidaya cacing ato maggot, tapi mengingat pakan itu dibutuhkan setiap hari tentu harus jumlah yang sangat banyak.
Terimakasih
Oya mas, terima kasih buat inspirasinya, jujur saja kebanyakan pengetahuan tentang aquaponik saya baca cari blog ini. Oya kolamnya mas Nanang yang kombinasi dengan vermicompost itu berisi berapa ekor ikan ya mas? Saya terinspirasi untuk mencontoh sistem kombinasi itu..
ReplyDeleteTrimakasih Mas..
DeleteWah.. untuk yang itu saya sudah benar-benar lupa mas.. setelah banyak mencoba akhirnya saya memilih focus ke murni kotoran ikan tanpa media tanah juga, tentu setelah mendapatkan pengalaman dan mendapati beberapa kekurangan. Sekarang dengan focus murni kotoran ikan malah semakin yakin bahwa murni kotoran ikan benar-benar bagus. Dulu dikombinasi karena belum yakin. Jika akan budidaya cacing sekalian malah lebih baik dipisah, nah kotoran ikan yang berlebih bisa untuk makanan cacing itu hasilnya malah bagus.
Tapi sampai sekarang saya tetap menempatkan cacing di growbed yang menggunakan media, karena perannya masih sangat dibutuhkan untuk mengurangi endapan dan membawa kototan di permukaan sehingga tanaman lebih subur.
Trimakasih
Oya mas,maaf kebanyakan nanya ya hahaha.. satu lagi mas, nempelin pipa pralon ke tong bisa pakai apa ya supaya tidak merembes air nya? Saya coba pake ban dalam yang dipotong jadi ring sebagai seal tapi kok masih tetap merembes.. terima kasih
ReplyDeleteSeharusnya ada karet mas, cuma kadang terpisah jualnya. Tapi memang hanya toko tertentu yang jual. Kalo mau pake karet ban dalam harus dibuat berlapis lapis dan dipastikan rapi dan diputar sangat kuat. Kadang pake karet pun masih longgar jadi saya tambah karet ban dalam.
DeleteTerima kasih
Terima kasih mas Nanang atas responnya.. kiranya Tuhan memberkati selalu, aquaponiknya jadi semakin besar
ReplyDeleteAminn... trimakasih Mas Edy.
DeleteSelamat menikmati proses berakuaponik Mas..
Great read thhankyou
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteIt's inspiring to see your dedication and success in creating delicious, healthy burgers from your aquaponic garden.
ReplyDeleteThank you very much, I hope this can inspire you.
Delete