Wednesday, 27 May 2020

Mini Akuaponik

Berawal dari adanya virus corona yang membuat banyak orang harus tetap di rumah, maka Wana Wana mencoba membuat mini akuaponik dengan menggunakan bahan yang kebetulan sudah ada. Kenapa mini akuaponik, karena sebagian besar masyarakat memiliki lahan yang terbatas, bahan yang dibutuhkan tidak mahal dan membutuhkan listrik yang tidak terlalu besar. Adanya akuaponik mini ini semoga menjadi aktivitas baru yang sedikit bisa membantu memenuhi kebutuhan sayur dan lauk. Siapa yang tahu dimulai dari mini akuaponik akhirnya berkembang menjadi yang lebih besar lagi.

Untuk mini akuaponik ini bahan utama yang digunakan antara lain :
1. Gentong/drum plastik dengan volume sekitar 150 - 200 liter, harga Rp200.000 - Rp300.000.
2. 2 Ember cat 25 kg untuk filter (mekanik dan biologis), harga @ Rp20.000,-
3. Media filter (brush, bahan bekas potongan pipa, potongan botol bekas minuman fermentasi). 
4. Pompa air debit 500 l/h, daya 5 watt, harga < Rp100.000.
5. Pvc 3/4" dan 1 " dan penunjang seperti tee (T), siku sesuai desain. 
6. Growbed pipa 5" bekas dan pot ukuran 8 harga @ Rp450,- dengan media pasir malang.
7. Ikan lele 200 ekor, harga Rp200/ekor (masih kecil).
8. Benih kangkung.

Kurang lebih seperti ini desainnya.



Ember pengendapan (bekas) kebetulan sudah dilubang dari bawah jadi air dari kolam dialirkan lewat bawah. Supaya aliran dari kolam (input pengendapan) tidak menyembur ke atas, input ditutup menggunakan T ukuran 2,5", yang kebetulan ada bekas, untuk membelokkan arah aliran ke kanan dan ke kiri. Adanya pipa T 2,5" membuat aliran terpecah menjadi dua arah sehingga tidak terlalu kencang dan kotoran lumayan bisa mengendap.
Jadi semua hanya dari bahan yang kebetulan sudah ada, ember dan gentong biru di bawah filter digunakan sebagai penyangga.



Penampakan lengkap



Pengendapan



Biofilter



Tanaman.

Untuk tanaman bisa diperbanyak dengan menambah wadah, karena jika hanya 1 wadah seperti di foto, aliran air masih terlalu deras, jadi masih bisa dibagi untuk wadah tanam lain, selain itu jumlah ikan juga banyak.

Sistem sudah berjalan 10 hari, dibuat tanggal 17 Mei 2020. Ikan masih kondisi sehat, kematian terjadi saat awal karena dari bibit sudah banyak yang luka. O iya karena bibit terlalu kecil jadi kolam diberi suplai oksigen tambahan dengan aerator. 

*Perkembangan akan kita update nanti.


O iya Wana Wana membuat episode khusus membahas akuaponik di chanel Youtube, untuk episode pertama kita membahas :
1. Apa itu akuaponik,
2. Syarat membuat akuaponik,
3. Alat & bahan yang sering digunakan dalam akuaponik.

Bila berkenan, silahkan dikunjungi, jika ingin mendapatkan update bisa subscribe, kita akan buat bertahap mulai dari dasar, sehingga bisa lebih bermanfaat.






Salam Akuaponik

Wana Wana




No comments:

Post a comment